-->

Cincopa Gallery

...
SP07h2xosbbkqVeFtGDx6IHrN3J20p9OptU54Mu3

EFISIENSI ENERGI LISTRIK DENGAN GREEN BUILDING

EFISIENSI ENERGI LISTRIK DENGAN GREEN BUILDING

Ventilasi dan Pencahayaan
Revolusi industri membuat banyak orang bekerja dalam ruangan seperti dalam pabrik dan perkantoran. Hal ini di Indonesia sangat mempengaruhi penggunaan energi listrik utamanya pada sistem pendingin dan pencahayaan (operasional). Selain itu, kondisi saat ini memerlukan desain bangunan serta cara membangun yang memperhatikan sumber daya alam dan manusia. Oleh karena itu perlu diterapkan suatu solusi agar target tersebut tercapai yaitu dengan metode green building. 

Green Building adalah bangunan dimana sejak dimulai dalam tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian hingga dalam operasional pemeliharaannya memperhatikan aspek-aspek dalam melindungi, menghemat, mengurangi penggunaan sumber daya alam, menjaga mutu dari kualitas udara di dalam ruangan dan memperhatikan kesehatan penghuninya yang semuanya berpegang kepada kaidah berkesinambungan. Green building merupakan salah satu solusi untuk mengurangi efek dari global warming serta wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dibidang konstruksi. Green building menjadi pendekatan yang lebih cerdas dalam usaha penghematan energi agar penggunaan energi lebih efisien. Green building juga dapat menjadi solusi Urban Heat Island (UHI) yang terjadi diperkotaan yang memiliki aktivitas industri dan perkantoran yang tinggi. 

Filosofi Green Building

Gambar 1. Filosofi Green Bulding

Gambar diatas merupakan filosofi Green building yaitu didesain untuk mereduksi dampak bangunan terbangun pada kesehatan manusia dan alam melalui efisiensi energi, air dan sumber daya lain. Dengan efisiensi yang dilakukan utamanya penggunaan energi akan memberikan keuntungan ekonomi. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan bangunan yang terukur “if we can measure it, we can manage it”, dengan dapat diukur maka kita akan mengetahui performa bangunan sehingga dapat mengevaluasi manajemen gedung agar menghasilkan penghematan yang lebih besar lagi.

Performa Bangunan



Gambar 2. Mengukur Performa Bangunan


Konstruksi green building dimulai dengan pemilihan material dan mekanisme material tersebut sampai dilokasi pembangunan. Green building yang baik adalah pada proses produksi material hingga transportasinya ke lokasi bangunan menghasilkan low carbon footprint. Low carbon footprint sangat berhubungan dengan penggunaan energi, sehingga perlu meminimalisir penggunaan energi setiap tahap daur hidup bangunan. Low carbon footprint bisa dicapai misalnya dengan menggunakan material daur ulang sehingga tidak menghasilkan emisi karbon dari proses produksi serta menggunakan material lokal (bukan impor) dari pulau/negara lain untuk mengurangi emisi kendaraan. Solusi lain agar mencapai low carbon footprint yaitu listrik bangunan menggunakan energi terbarukan seperti solar panel atau wind turbin yang sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia. 

Agar pengguna bangunan merasakan suasana yang nyaman dan sehat, maka perlu memperhatikan aspek suhu dalam bangunan. Suhu dalam bangunan dapat diatur dengan menggunakan pendingin dan ventilasi dari bangunan. Bangunan yang baik menggunakan energi listrik utamanya pada pendingin dan pencahayaan seminimal mungkin. Kondisi geografis Indonesia berada dikhatulistiwa yang memiliki suhu yang lebih panas dibandingkan daerah lainnya, suhu rata-rata di Indonesia pada tahun 2019 adalah 39 Co hingga 40 Co, adapun suhu ideal untuk bekerja adalah 22 Co sampai 25 C o. Oleh karena itu memerlukan pendingin agar mencapai kondisi ideal tersebut. 

Efisiensi Pendingin

Gambar 3. Potensi Penghematan Sistem Pendingin

Dengan penerapan green building akan terjadi penghematan hingga 10.1% energi listrik. Penghematan ini dicapai dengan memaksimalkan aspek desain pasif pada bangunan seperti orientasi bangunan, bentuk fasad, material bangunan dan lain-lain. Sehingga bangunan yang dibuat tidak sepenuhnya beriorentasi desain aktif seperti penggunaan pendingin ruangan.

Efisiensi Desain Pasif

Gambar 4. Potensi Penghematan Energi dengan Desain Pasif4

Sistem ventilasi selain untuk efisiensi energi pendingin, ventilasi seperti jendela dapat menjadi sumber cahaya alami bagi bangunan karena memberikan ruang bagi sinar matahari untuk masuk, hal ini dapat mengurangi penggunaan energi listrik bagi pencahayaan bangunan. Jendela tersebut juga akan menyediakan pandangan ke luar untuk pengguna gedung agar pengguna lebih relaks dalam bekerja. Sehingga green bulding dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk hidup manusia dan meningkatkan kualitas hidupnya. 

Dengan penghematan energi listrik dari pendingin dan pencahayaan, green building dapat memberikan manfaat ekonomi sebagai akibat dari efisiensi yang diterapkan. Contoh keuntungan secara ekonomi dapat diterapkan pada Auditorium Universitas Pertamina, sebagai berikut:

Kondisi Auditorium di Universitas Pertamina memiliki fasad dari tembok bata oleh karena itu cahaya maupun udara tidak dapat masuk kedalam ruangan. Kita mengimplementasikan glazur ganda sebagai fasad menggantikan tembok di Auditorium Universitas Pertamina. Pengunaan fasad glazur ganda berguna agar memberikan cahaya alami pada ruangan, sehingga energi listrik untuk lampu dapat dikurangi.

GREEN BUILDING, ENERGI LISTRIK
  • Asumsi sebelum dilakukan renovasi menggunakan glazur ganda, ruang auditorium menggunakan 20 lampu dengan daya 60watt dan menyala selama 8 jam, maka dalam sehari akan mengeluarkan biaya   (20 x 60 x 8)/1000 x Rp 1.467,28= Rp 14.084,42/hari
  • Asumsi setelah dilakukan renovasi menggunakan glazur ganda, ruang auditorium hanya menggunakan 10 lampu dengan daya 30 watt dan menyala selama 8 jam, maka dalam sehari hanya akan mengeluarkan biaya (10 x 30 x 8)/1000 x Rp 1.467,28= Rp 3.521,47/hari. (Ini digunaankan sebagai backup apabila intensitas cahaya matahari kurang) 
  • Dengan perhitungan diatas maka akan menghemat sebesar Rp 14.084,42 – Rp 3.521,47 = Rp 10.562,95/hari. Lama untuk mengganti biaya renovasi adalah 5124 hari = 14 tahun.






Dari perhitungan diatas dapat dilihat dengan penerapan fasad glazur ganda maka akan mengurangi biaya jangka panjang pada aspek operasi yaitu dapat menghemat sebesar Rp 10.562,96/hari.  Dengan Breakeven pengembalian biaya investasi renovasi 14 tahun. Setelah melewati 14 tahun maka ruang auditorium akan memberikan keuntungan dengan mengurangi biaya pengeluaran listrik utamanya dari penggunaan lampu.  

Grafik Y menunjukkan biaya dan X menunjukkan waktu. Garis berwarna merah merupakan biaya renovasi yaitu sebesar  dan biru merupakan total penghematan terhadap waktu serta warna hijau merupakan breakeven (titik) dimana pengembalian modal investasi. Setelah melewati garis merah, maka didapatkan keutungan yang ditunjukkan oleh warna coklat muda.

Auditorium Universitas Pertamina

Gambar 5. Implementasi Glazur Ganda sebagai Fasad di Auditorium Universitas Pertamina


Kesimpulan dari uraian diatas adalah green building merupakan solusi agar efisiensi energi utamanya listrik pada bangunan dapat tercapai. Selain memberikan efisiensi energi utamanya pada sistem pendingin, green building juga akan memberikan keuntungan ekonomi akibat dari efisiensi tersebut. Serta memberikan perasaan sehat dan nyaman bagi pengguna bangunan tersebut. 

Related Posts
Ahmad Amiruddin
Saat ini mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Bandung. Seorang yang sangat menyukai membahas isu-isu yang ada di masyarakat utamanya mengenai masalah lingkungan. Selain mengenai lingkungan, juga tertarik dengan platform minyak dan gas, Desain serta Menulis. "VI VERI VENI VERSUM VIVUS VICI"

Related Posts

Posting Komentar