SP07h2xosbbkqVeFtGDx6IHrN3J20p9OptU54Mu3

KERJA PRAKTEK: PT PALYJA IPA III CILANDAK

KERJA PRAKTEK: PT PALYJA IPA III CILANDAKPT PALYJA

Kali ini saya akan share cerita Kerja Praktek (KP) untuk memenuhi salahsatu mata kuliah di Universitas PERTAMINA. Adapun lokasi yang saya pilih adalah PT Palyja IPA III Cilandak yang berlokasi disamping Apartemen Izzara, Jl. TB Simatupang, RT.01/RW.1, Cilandak, Jakarta Selatan. Saya termasuk orang yang terlambat untuk ikut kerja praktek yaitu baru mulai pada tanggal 29 Juli 2019, padahal periode semester 7 akan dimulai pada tanggal 19 Agustus 2019. Minimal durasi dari KP adalah 150 Jam, untuk memenuhi durasi tersebut saya harus melaksanakan KP minimal 1 bulan (30 hari). Oleh karena itu, dengan berat hati akhirnya tidak ikut untuk masuk dipembelajaran kuliah selama 2 minggu, tapi izin ini ditanggung oleh program studi karena ada beberapa kendala yang akhirnya saya telat KP. 

Sebelum saya mulai KP di PALYJA telah ada teman-teman saya yang sudah terlebih dahulu untuk Kerja Praktek yaitu Alvin, Naila dan Rahajeng. Akan tetapi, ketiganya berbeda lokasi dengan saya, mereka bertiga Kerja Praktek di IPA 2 Pejompongan. Adapun temen saya yang paling berjasa pada KP kali ini adalah Alvin, walaupun orangnya enggak jelas, suka sombong hehehe, tpi dia orangnya sangat cerdas (tapi boon) yang membantu saya untuk mengurus administrasi agar dapat KP di PT Palyja. Adapun yang mengurus masalah magang dan penelitian saat itu adalah Pak Aceng.  

Hari pertama KP saya sudah standby di IPA III Cilandak jam 7:50, 10 menit lebih cepat dari waktu kantor yaitu jam 8:00. Waktu itu saya dipersilahkan oleh satpam untuk menunggu di Laboratorium Analysis. Waktu itu musim kemarau, yang menyebabkan amonium air bahan baku dari kali krukut sangat tinggi sampai 12 ppm, padahal baku mutunya adalah 1,5ppm. Disitulah pertama kali saya ketemu Pak Anang sebagai kepala instalasi dan Pak Yadi. Dihari itu saya dijelaskan secara umum instalasi yang ada di IPA III Cilandak, mulai dari kapasitasnya yaitu 300 l/s, unit instalasinya apa aja hingga apa aja masalah yang dialami saat itu utamanya mengenai amonium itu. Akhirnya saya disarankan untuk mengambil tema perbandingan hasil Pilot Plant Media MBBR dan PVA GEL, sehingga saran tersebut saya ambil. 
Gambar Pilot Plant MBBR
Gambar Pilot Plant Media PVA GEL

Jadi diunit aerasi eksisting menggunakan media MBBR agar bakteri yang dihasilkan lebih banyak, akan tetapi hasil dari penggunaan MBBR tersebut dapat dibilang masih kurang, oleh karena itu PT PALYJA berencana untuk mengganti medianya dengan PVA GEL. Dari segi bentuk MBBR dan PVA GEL sangat jauh berbeda. Sebelum melakukan pembelian IPA III Cilandak dipersilahkan untuk membandingkan kedua media tersebut dalam skala kecil (Pilot Plant) sehingga saya bertugas untuk melakukan pengambilan sample dan analisis datanya. Data yang saya dari tiap sampel adalah Temperatur, pH, DO, Mangan dan Amonium. Kesimpulan akhir dari data yang saya dapat, penyisihan dari PVA GEL jauh lebih baik dibandingkan MBBR dengan perbedaan 30%. 

Menghitung Konsentrasi MBBR dan PVA GEL
Menghitung Konsentrasi MBBR dan PVA GEL
Setidaknya ada 4 pengalaman yang tak terlupakan selama KP antara lain:

1. Kalium Permanganat yang berguna untuk penyisihan Mangan di bak pengumpul suata waktu pernah berlebihan sehingga menyebabkan air yang masuk ke bak koagulasi dan flokulasi sangat merah. Kejadian ini membuat operator dan Pak Anang langsung meninjau lokasi untuk mengatur agar konsetrasi kalium permanganat yang digunakan tidak berlebihan. Gak lucu dong, kalau air yang sampai dimasyarakat berwarna merah. hhahaha…

Bak Pengumpul
Gambar Bak Pengumpul, Injeksi Kalium Permanganat Dapat Dilihat Sebelah Kiri Dibawah Pekerja PT.Palyja

Gambar Ikan yang Mati karena Mabuk Kapur hhaha...

2. Pemberian Kapur yang berguna untuk mengatur pH dari air yang diolah suatu malam pernah berlebihan yang menyebabkan ikan-ikan yang ada dikolam akhirnya banyak yang mati dan lompat keluar instalasi. Pagi harinya saya sangat kaget kok banyak ikan yang mati dan ukurannya besar-besar, baru deh dapat kabar kalau malemnya kelebihan kapur yang ngebuat ikannya jadi mabuk dan melompat keluar kolam. Ukuran ikannya pun besar-besar bahkan melebihi dari ukuran sepatu yang saya pakai.

3. Idul Adha yang terjadi pada tanggal 11 Agustus 2019, dimana pada peristiwa ini umat muslim melakukan qurban. Darah dari hewan qurban tersebut mengalir ke badan air dan akhirnya masuk kedalam instalasi. Dari peristiwa ini, air bahan baku pengolahan sangat berbau amis disebabkan darah tersebut terjadi selama dua hari. Kejadian ini membuat pekerja diinstalasi mencari solusi untuk mengolah air tersebut.

4. Biawak di IPA III Cilandak sangat banyak dan ukurannya besar-besar. Biawak ini berasalkan dari kali krukut. Biawak dapat bertahan hidup dalam instalasi dengan memakan ikan-ikan yang ada dikolam, makanya jangan heran kalau misalnya kalian banyak nemuin ikan mati tanpa kepala, ini pasti ulah dari biawak tersebut. Biawak ini juga merusak pinggiran unit pengolahan yang terbuat dari batu yang disusun, biawak merusak dengan membuat lubang untuk tinggal. Biawak di IPA III Cilandak paling banyak muncul pada siang hari saat cuaca sedang panas untuk mencari makan. Hal ini juga yang membuat saya tidak berani untuk menggunakan WC yang berada di Lt 1, karena pernah satu saat kepala biawak muncul dalam kloset.

Gelembung Detergen
Kondisi Bak Aerasi Ketika Konsentrasi Detergen Tinggi

Kerja Praktek yang saya alami memberikan banyak ilmu baru utamanya sesuai dengan jurusan saya yaitu Teknik Lingkungan. Selain mengetahui unit-unit dalam instalasinya, Pembimbing saya Pak Anang dan Pak Yadi hingga operator dan satpam memberikan banyak ilmu baru. Oleh karenanya, saya mengetahui visual air yang baik diolah, visual air yang baik ketika sudah bercampur dengan kalium permanganat, kapan waktu yang tepat melakukan backwash dan lain-lain. Dapat dibilang orang-orang yang bekerja di IPA III Cilandak sangat kompeten, walaupun kompeten setiap hari ketika saya masuk mereka semua mengatakan "Masalah Apa Lagi yang Akan Kita Hadapi Hari Ini" artinya adalah, walaupun mereka udan kompeten tapi dengan sifat air baku yang selalu berubah-rubah kita harus siap dengan apapun yang akan terjadi. Jadi dapat dibilang pekerja di IPA III Cilandak selalu belajar hal baru tiap harinya tergantung dari kondisi air bakunya.


Yuk Diskusi di Komentar Kalau Ada yang Kurang Jelas atau Berupa Saran.

Feedback Anda Sangat Membantu Agar Blog Ini Menjadi Lebih Baik

Terima Kasih Sudah Berkunjung

Jangan Lupa di Follow dan Share yah, Agar Selalu Mendapatkan Artikel Terbaru 😊  




Related Posts
Ahmad Amiruddin
Saat ini mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Pertamina. Seorang yang sangat menyukai membahas isu-isu yang ada di masyarakat utamanya mengenai masalah lingkungan. Selain mengenai lingkungan, juga tertarik dengan platform minyak dan gas serta desain. "VI VERI VENI VERSUM VIVUS VICI"

Related Posts

2 komentar

  1. Mantap Mir ceritanya, untung gak kemakan biawak wkwk.
    Sedikit tambahan, untuk penggunaan tanda baca dan beberapa ada yang typo Mir. Tapi pasti bisa ditingkatin lagi, biar pembaca makin enak bacanya.
    Semangat!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah... Ngeri oii, gede2 biawaknya..
      Siap2, makasih sarannya syam..

      Hapus