SP07h2xosbbkqVeFtGDx6IHrN3J20p9OptU54Mu3

PENCEMARAN AIR

PENCEMARAN AIR

PENCEMARAN AIR, PENCEMARAN LINGKUNGAN
SALAM LESTARI !!!
Pencemaran air merupakan peristiwa dimana masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu (menurun). Kualitas air tercemar dapat ditandai dengan perubahan dari rasa, bau dan warna.  Dilihat dari asal sumber pencemarannya dapat dibedakan antara lain : 

1. Limbah Pertanian 
PENCEMARAN AIR, PENCEMARAN LINGKUNGAN, LIMBAH PERTANIAN
Polutan Isektisida/pupuk organik terkandung dalam limbah pertanian. Polutan tersebut dapat mematikan biota didalam sungai. Apabila biota sungai yang mati tersebut dimakan oleh hewan apabali manusia akan menyebabkan keracunan. Hal ini dapat dicegah dengan mengupayakan agar memilih insektisida yang tepat sasaran dalam membunuh hama. serta bersifat biodegradable (dapat terurai oleh mikroba) serta melakukan penyemprotan yang sesuai dengan aturan. Sampah yang dihasilkankan jangan dibuang kesunga, hal ini dapat menyuburkan lingkungan air dan menimbulkan peristiwa eutrofikasi yang berakhir dengan alga blooming (ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur). Hal ini akan membuat bendungan cepat dangkal dan biota dalam air akan kekurangan oksigen sehingga akan mati.

2. Limbah Rumah Tangga 
PENCEMARAN AIR, PENCEMARAN LINGKUNGAN,  LIMBAH RUMAH TANGGA
Limbah cair rumah tangga merupakan sumber Utama pencemaran air. Ini disebabkan karena limbah rumah tangga dapat dijumpai berbagai bahan organik seperti ikan, minyak, nasi, sisa sayur dan air buang manusia yang akhirnya terbawa kedalam saluran air dan berakhir disungai. Selain itu, bahan anorganik seperti plastik, botol dan alumunium yang hanyut terbawa arus air, sampah ini akan menyumbat saluran air dan berakhir dengan banjir. Pencemar lainnya adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit, jamur dan bakteri. Bahan Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami proses penguraian dan pembusukan. Biota air akan mati diakibatkan kadar oksigen dalam air turun drastis. Peningktan pencemar bahan organik dapat dilihat dengan bioindicator berupa Cacing Tubifex.
Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis b yang menanandakan pencemaran telah memasuki level yang parah. Selain itu, got utamanya dikota besar akan berwarna kehitaman serta berbau yang menyengat karena organisme yang hidup hanyalah bakteri dan jamur. Limbah rumah tangga di perkotaan menyumbang 60% dari seluruh limbah yang ada dibandingkan limbah industri.
3. Limbah Industri 
PENCEMARAN AIR, PENCEMARAN LINGKUNGAN,  LIMBAH INDUSTRI
Saat ini sangat banyak industri yang tidak mempertimbangkan aspek lingkungan seperti membuang limbahnya ke air. Polutan yang dihasilkan bergantung dari jenis industrinya. Polutannya dapat berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik (berwarna) dan berupa polutan yang mengandung asam belerang (berbau busuk) hingga mengakibatkan air menjadi panas. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah mengambil tindakan yaitu membuat regulasi bahwa limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai. Adapun dilaut sering terjadi oilspill yang disebabkan oleh kebocoran kapal tangker hingga kebocoran pipa PERTAMINA. Dalam cakupan yang luas, ini akan membunuh biota laut seperti ikan, terumbu karang, burung laut dan hewan-hewan laut banyak yang mati. Untuk mengatasi penyebaran dipasang boom yang mengapung agar oilspill ini tidak semakin menyebar kemudian dibakar/diberikan dispersan untuk mengurai minyak ini.
4. Penangkapan Ikan Menggunakan Racun 
PENCEMARAN AIR, PENCEMARAN LINGKUNGAN,  PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN RACUN
Sebagian penduduk dan nelayan ada yang menggunakan tuba (racun dari tumbuhan atau potas (racun) untuk menangkap ikan tangkapan, melainkan juga semua biota air. Racun ini tidak hanya membunuh ikan yang berukuran besar akan tetapi juga membunuh ikan yang berukuran kecil. Racun yang tersebar akibat ledakan akan memusnahkan makhluk hidup yang ada didalamnya. Hal ini sangat mencemari dan menurunkan sumber daya perairan.
 
Akibat yang dtimbulkan oleh pencemaran air antara lain: 
  1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen. 
  2. Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi) serta pendangkalan Dasar perairan. 
  3. Punahnya biota air, misalnya ikan, yuyu, udang, dan serangga air. 
  4. Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah. 
  5. Menjalarnya wabah muntaber.
     
Related Posts
Ahmad Amiruddin
Saat ini mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Pertamina. Seorang yang sangat menyukai membahas isu-isu yang ada di masyarakat utamanya mengenai masalah lingkungan. Selain mengenai lingkungan, juga tertarik dengan platform minyak dan gas serta desain. "VI VERI VENI VERSUM VIVUS VICI"

Related Posts

Posting Komentar