SP07h2xosbbkqVeFtGDx6IHrN3J20p9OptU54Mu3

6 AKSI KITA DALAM MENDAUR ULANG E-WASTE (SAMPAH ELEKTRONIK) DENGAN BENAR

ELECTORNIC WASTE (SAMPAH ELEKRONIK) LIMBAH ELEKTRONIK DAUR ULANG

Bagaimana kita bisa menjadi bagian dari solusi daur ulang E-Waste (Electronic Waste/ Sampah Elektronik/ Limbah Elektronik) yang bertanggung jawab alih-alih menjadi bagian dari masalah?. Cara kita melihat masalah ini menjadi kunci utama apakah kita akan ikut bertanggung jawab atau malah memberikan masalah bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan menerapkan 7 aksi kita dibawah ini dalam menindak E-Waste yang dihasilkan, kita akan menjadi masyarakat yang mendorong sistem manajemen E-Waste yang baik.

1. JANGAN BUANG SEMBARANGAN

E-WASTE merupakan sampah yang termasuk B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Dengan membuang E-Waste ini secara sembarangan akan memberikan dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Karena E-Waste dapat meracuni tanah, air dan seluruh mahkluk hidup yang kontak langsung dengannya.

2. SUMBANG UNTUK DIGUNAKAN KEMBALI

Jika perangkat kamu masih dapat digunakan, kamu sebaiknya menyumbangannya ke organisasi yang membutuhkan, atau masyarakat yang membutuhkan. Namun, ada juga banyak tempat yang menerima komputer dan perangkat elektronik lainnya untuk diperbaiki, biasanya akan menyumbangkannya ke sekolah atau organisasi yang membutuhkannya.

3. TEMUKAN FASILITAS DAUR ULANG E-WASTE BERTANGGUNG JAWAB DIDEKAT RUMAH KAMU.

Ini mungkin salahsatu peran yang cukup sulit, karena banyak perusahaan yang mengklaim bahwa mereka bertanggung jawab untuk mendaur ulang E-Waste yang malah mengirimnya ke negara berkembang untuk didaur ulang. Dimana, apabila dilakukan dinegara berkembang biasanya tidak memperhatikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dari pekerjanya.

Apabila kamu tidak menemukan disekitar rumah kamu, cukup kumpulkan dan bawa ke Dinas Lingkungan Hidup dekat rumah kamu, karena biasanya DLH memiliki Gudang penampungan E-Waste.

4. PROGRAM PEMBELIAN KEMBALI DAN TAKEBACK PABRIK

Banyak produsen elektronik sekarang yang menawarkan program dimana kamu dapat menjual kembali perangkat bekas kamu atau mereka dapat menawarkan untuk mendaur ulang perangkat kamu secara gratis. Namun, beberapa produsen tidak mengungkapkan bagaimana cara mereka mendaur ulang setelah kamu memberikannya.

5. TOKO ECERAN

Banyak toko ritel bahkan kaki lima yang menjual barang elektronik bekas akan menerimnya untuk dijual kembali. Contohnya, mungkin kamu sering melihat penjual HP bekas dipinggiran jalan atau dekat stasiun di Ibu Kota Jakarta.

6. PENGECER ONLINE DAN PERUSAHAAN PEMBELIAN KEMBALI

Perusahaan seperti eBAY dan Amazon menawarkan opsi untuk membeli, tukar tambah atau voucher hadiah untuk perankat elektronik bekas kamu. Jadi kamu dapat menghasilkan uang dari perangkat elektronik bekas kamu.

Pada Akhirnya, Solusi paling berkelanjutan untuk E-Waste adalah mewajibkan semua produsen elektronik untuk mengambil kembali produk mereka sendiri dan mendaur ulangnya secara bertanggung jawab. Ini akan memaksa mereka untuk membuat produk yang lebih mudah didaur ulang dan menggunakan lebih sedikit bahan kimia beracun ketika mereka membuatnya.

“Kamu sebaiknya berpikir dua kali untuk membeli perangkat baru jika perang perangkat yang sudah kamu miliki masih berfungsi dengan baik. Pertanyaan saya, apakah kamu benar-benar memerlukan versi terbaru dari perangkat kamu?”

 


Related Posts
Ahmad Amiruddin
Saat ini mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Pertamina. Seorang yang sangat menyukai membahas isu-isu yang ada di masyarakat utamanya mengenai masalah lingkungan. Selain mengenai lingkungan, juga tertarik dengan platform minyak dan gas serta desain. "VI VERI VENI VERSUM VIVUS VICI"

Related Posts

Posting Komentar