SP07h2xosbbkqVeFtGDx6IHrN3J20p9OptU54Mu3

PROSES DAN MANFAAT FASILITAS DAUR ULANG SAMPAH ELEKTRONIK (E-WASTE)

Kehidupan kita saat ini tidak terlepas dengan barang elektronik seperti gadget, TV, PC/Laptop dan lainnya. Kita bahkan menggunakan barang ini sepanjang waktu, namun disisi lain teknologi elektronik terus berevolusi dan meningkat dengan cepat, hal ini menyebabkan alat elektronik yang kita gunakan sekarang 1-2 tahun kemudian sudah dapat dibilang usang/ketinggalan dengan produk terbaru. Hal ini jugalah yang menyebabkan jumlah perangkat elektronik yang digunakan kemudian menjadi sampah kian  bertambah dengan cepat.

Faktanya, selain sampah plastik. Sampah Elektronik atau yang biasa kita sebut (E-Waste) merupakan sampah yang tumbuh paling cepat secara global, yang tentu saja ini menyebabkan masalah besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

MENGAPA DAUR ULANG E-WASTE PENTING?

Sejatinya, E-Waste merupakan sampah yang termasuk B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) karena mengandung banyak bahan beracun yang dapat terlarut kedalam tanah atau kedalam air tanah, dan racun ini juga dapat dilepaskan ke atmosfer ketika sampah ini dibakar. Ketika E-Waste dibakar, ia akan melepaskan racun seperti timah, kadmium bahkan merkuri keudara dan air. Racun-racun ini dapat terakumulasi dalam rantai makanan (Biomagnification) yang contoh kasusnya terhadap kesehatan manusia adalah kasus MINAMATA (Kucing Menari) di Jepang.

Selain bahan kimia yang beracun diatas, E-Waste juga mengandung plastik PVC dan brominated fire retardants, dimana apbila ini dibakar maka akan melepaskan dioksan beracun dan furan.

Saat ini, sebagian besar negara maju telah mendaur ulang E-Waste yang mereka hasilkan, akan tetapi sebanyak 50% - 80% E-Waste diekspor kenegara berkembang (sebagian besar illegal) untuk didaur ulang. Berbeda dengan daur ulang yang dilakukan di negara maju, praktek yang dilakukan dinegara berkembang jauh dari aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dalam mendaur ulang E-Waste ini.

Praktek ini telah umum dilakukan dinegara seperti China, India dan Pakistan yang mengalami keracunan akibat dari tanah dan air yang sudah tercemar. Para pekerja ini mengambil perangkat elektronik secara terpisah kemudian membakarnya untuk mengambil logam mulia dan komponen yang masih memiliki nilai jual dalam E-Waste.

Racun dari proses manajemen E-Waste sekarang dapat membahayakan kesehatan 100 Juta bahkan lebih masyarakat dunia.

Diharapkan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya dan dampak negative dari manajemen E-Waste yang tidak benar, sekarang telah banyak tempat daur ulang yang sesuai standar yang dibangun. Sekarang yang perlu kita pikirkan saat ini adalah, apa yang terjadi pada Gadget, Televisi, Komputer dan barang elektronik lama kita ketika didaur ulang?   

PROSES DAN MANFAAT FASILITAS DAUR ULANG SAMPAH ELEKTRONIK (E-WASTE)

PROSES DAUR ULANG E-WASTE (SAMPAH ELEKTRONIK)

Sebagian besar E-Waste mengandung berbagai bahan seperti plastik, gelas dan logam. Daur ulang limbah elektronik memerlukan beberapa langkah untuk mendapatkan sumber daya ini dengan cara yang paling efisien. Pada proses daur ulang E-Waste ini secara umum meliputi penggunaan tenaga kerja manual dan otomatis. Peralatan otomatis selama proses daur ulang membantu memulihkan bahan yang dapat digunakan kembali secara efisien, menghilangkan limbah berbahaya serta melindungi pekerja dan lingkungan.

LANGKAH 1: PEMILAHAN DAN PEMISAHAN SECARA MANUAL

Pada tahap ini, E-Waste dipilah secara manual. Komponen yang tidak boleh dihancur dipisahkan seperti baterai, sistem baterai, UPS, Cartridges dan lampu neon.

LANGKAH 2: SHREDDING (MENGHANCURKAN/PENCACAHAN)

Sampah dicacah menjadi potongan berukuran 100mm bahkan dapat lebih kecil. Setiap debu yang dihasilkan pada proses pencacahan ini akan dibuang dengan metode yang ramah lingkungan.

LANGKAH 3: MAGNETIK REMOVAL

Pada tahap ini, material yang memiliki sifat magnetic akan dipisahkan dengan magnet. (Proses otomatis)

LANGKAH 4: METALLIC AND NONMETALLIC SEPARATION (PEMISAHAN LOGAM DAN NON LOGAM)

Logam lain seperti alumunium, tembaga dan kuningan dipisahkan dari bahan non-logam seperti kaca dan plastik. Pemisahan ini dilakukan dengan metode Eddy Currents, Optical Identification, dan magnet.

LANGKAH 5: SEPARATION BY WATER

Pada tahap ini, plastik dan kaca dipisahkan menggunakan air. Kaca yang mengandung timbal akan dikirim ke pabrik peleburan timah untuk digunakan sebagai produk baru seperti baterai, CRTs baru dan X-Ray Shields.

Adapun plastik dipisahkan berdasarkan warna dan dijual ke pendaur ulang plastik. Setelah bahan baku dipisahkan, mereka dapat dijual sebagai komoditas untuk bahan baku daur ulang untuk kemudian dibuat menjadi perangkat elektronik yang baru atau barang lainnya.

Papan sirkuit digiling dan dilebur, gas yang dihasilkan kemudian dikumpulkan, adapun logam dapat dijual sebagai komoditas mentah. Baarang elektronik yang memiliki kayu dapat dikupas dan digunakan untuk digunakan sebagai bahan bakar.

PROSES DAN MANFAAT FASILITAS DAUR ULANG SAMPAH ELEKTRONIK (E-WASTE)

 PROSES DAUR ULANG CATHODE RAY TUBES (CRTs)

CRTs yang ada dimonitor computer dan televisi lama mengandung sejumlah besar racun seperti timah yang sangat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, mendaur ulang perangkat ini memerlukan proses terpisah dari sebagian besar elektronik lainnya. Berikut langkahnya:

LANGKAH 1: MONITOR BODY AND CATHODE RAY SEPARATION

Bagian depan monitor atau badan dari televisi dilepas untuk mengakses CRT didalamnya, dan kulit luar monitor/televisi dapat didaur ulang dengan limbah elektronik lainnya.

LANGKAH 2: SIZE REDUCTION

Tabung dan layer CRT dicacah menjadi potongan-potongan kecil, dan debu dari kaca dihilangkan dengan metode yang ramah lingkungan.

LANGKAH 3: METAL REMOVAL

Menggunakan magnet, besi dan baja dikeluarkan dari potongan yang rusak dan kemudian alumunium dan tembaga dihilangkan dengan melewatkan material melalui Eddy Currents.

LANGKAH 4: WASHING

Setiap pecahan kaca yang tersisa kemudian dibersihkan untuk menghilangkan oksida, fosfor dan ekstrak debu, sehingga kaca akan menjadi bersih.

LANGKAH 5: GLASS SORTING

Kaca bertimbal dipisahkan dari kaca tanpa timbal. Kedua jenis kaca dapat digunakan untuk memproduksi layar baru. Kaca yang mengandung timbal juga dapat dikirim ke pabrik peleburan timbah.

Sistem daur ulang E-WASTE yang baik adalah pada tahap pengumpulan bahan baku, masyarakat mengirimnya ke tempat wadah khusus untuk kemudian diangkut oleh Lembaga yang berwenang dan tidak mencampurkan E-Waste dengan sampah domestik lainnya seperti sampah plastik, makanan dan lainnya seperti yang dilakukan kembanyakan dilakukan masyarakat Indonesia. Ini dapat meningkatkatkan perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.


MANFAAT DAUR ULANG E-WASTE

  • Melindungi Lingkungan dari racun yang dihasilkan E-Waste
  • Penggunaan material Daur Ulang E-Waste dapat mengurangi Gas Rumah Kaca dibandingkan harus menghasilkan bahan baku dari awal.
  • Mengurangi Biaya Pembuatan Produk Baru
  • Dapat mengurangi timbulan E-Waste yang sampai di Landfill, sehingga umur Landfill akan lebih lama.


Sekian artikel kali ini, mengenai daur ulang sampah elektronik. Apabila ada yang kurang jelas, silahkan kirim bertanya melalui kolom komentar dibawah.

 Terima Kasih. 😊


Related Posts
Ahmad Amiruddin
Saat ini mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Pertamina. Seorang yang sangat menyukai membahas isu-isu yang ada di masyarakat utamanya mengenai masalah lingkungan. Selain mengenai lingkungan, juga tertarik dengan platform minyak dan gas serta desain. "VI VERI VENI VERSUM VIVUS VICI"

Related Posts

Posting Komentar