-->

Cincopa Gallery

...
SP07h2xosbbkqVeFtGDx6IHrN3J20p9OptU54Mu3

SUSTAINABILITY (KEBERLANJUTAN): Definisi, Sejarah, Indikator, Tujuan

SUSTAINABILITY (KEBERLANJUTAN)

Sustainable Development (Pembangungan Berkelanjutan)

  • Definisi Pembangunan Berkelanjutan adalah Pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri (World Commission on Environment and Development, 2987: Our Common Future)
  • Konsep Pembangunan berkelanjutan mencoba memperbaiki masalah keadilan antar generasi, dimana generasi sekarang tetap dapat menikmati kekayaan bumi secara adil, tanpa harus mengorbankan kepentingan generasi mendatang. 

Sejarah Keberlanjutan (History of Sustainability)

  • 1962: Rachel Carson menerbitkan “Silent Spring”
  • 1970: Peringatan Hari Bumi Pertama (22 April), Nixon menetapkan EPA (Environmental Protection Agency) didorong akibat dari industrialisasi dan dampak kelebihan populasi.
  • 1972: Konferensi pertama tentang Lingkungan Manusia di Stockholm, Sweden.
  • 1983: PBB menetapkan World Commission on Environment and Development, bertujuan untuk memeriksa tingkat kekritisan lingkungan dunia dan masalah pembangungan serta membuat soluasi atas masalah tersebut.
  • 1987: Brundland Commission Report: Terdapat 3 komponen Pembangunan Berkelanjutan yaitu Perlindungan Lingkungan, Pertumbuhan Ekonomi dan Kesetaraan/kesejahteraan Masyarakat. Selain itu mendefinisikan bahwa pembangunan berkelanjutan sebagai “Development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs.”
  • 1992: Rio Earth Summit: Lebih dari 178 pemerintahan meratifikasi Agenda 21, The Rio Declaration on Environment and Development dan The Forest Princples.
  • 2002: Konferensi PBB ketiga tentang Lingkungan dan Pembangunan di Johannesburg, Afrika Selatan 

INDIKATOR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Keberlanjutan Lingkungan Dengan Menerapkan Konservasi atau Diversifikasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam, Dan Keselamatan Masyarakat Lokal

  1. Terjaganya keberlanjutan fungsi-fungsi ekologis
  2. Tidak melebihi ambang batas baku mutu lingkungan yng berlaku, nasional dan local (tidak menimbulkan pencemaran udara, air, tanah)
  3. Terjaganya keanekaragaman hayati (genetic, spesies, dan ekosistem) dan tidak terjadi pencemaran genetika
  4. Dipatuhinya peraturan tata guna lahan atau tata ruang
  5. Tidak menyebabkan timbulanya gangguan Kesehatan.
  6. Dipatuhinya peraturan keselamatan kerja
  7. Adanya Prosedur yang terdokumentasi yang menjelaskan usaha-usaha yang memadai untuk mencegah kecelakaan dan mentagasi bila terjadi kecelakaan.

INDIKATOR EKONOMI (KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LOKAL)

  1. Tidak menurunkan pendapatan masyarakat local
  2. Adanya kesepakatan dari pihak-pihak yang terkait untuk menyelesaikan masalah-masalah PHK sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Adanya upaya-upaya untuk mengatasi kemungkinan dampak penurunan pendapatan bagi sekelompok masyarakat
  4. Tidak menurunkan kualitas pelayanan umum untuk masyarakat lokal 

INDIKATOR SOSIAL (PARTISIPASI MASYARAKAT)

  1. Adanya proses konsultasi ke masyarakat local
  2. Adanya tanggapan dan tindak lanjut terhadap komentar, keluhan masyarakat local.
  3. Tidak menyebabkan konflik ditengah masyarakat lokal

 TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Berkelanjutan ekologis, yakni akan menjamin berkelanjutan eksitensi bumi. Hal-hal yang perlu diupayakan antara lain,

  1. Memelihara (mempertahankan) integrasi tatanan lingkungan, dan keanekaragaman hayati;
  2. Memelihara integrasi tatanan lingkungan agar system penunjang kehidupan bumi ini tetap terjamin.
  3. Memelihara keanekaragaman hayati, meliputi aspek keanekaragaman genetika, keanekaragaman spesies dan keanekaragaman tatanan lingkungan.

Berkelanjutan ekonomil dalam perspektif ini pembangunan memiliki dua hal utama, yakni, berkelanjutan ekonomi makro dan ekonomi sektroral. Berkelanjutan ekonomi makro, menjamin ekonomi secara berkelanjutan dan mendorong efesiensi ekonomi melalui reformasi structural dan nasional. Berkelanjutan ekonomi sektoral untuk mencapainya

  1. Sumber daya alam dimana nilai ekonominya dapat dihitung harus diperlakukan sebagai kapiral “tangible” dalam rangka akunting ekonomi
  2. Koreksi terhadap harga barang dan jasa perlu diintroduksikan. Secara prinsip harga sumber daya alam harus merefleksikan biaya eksraksi.pengiriman, ditambah biaya lingkungan dan biaya pemanfaatan.
  3. Berkelanjutan social budaya politik, meliputi:
  4. Stabilitas penduduk
  5. Pemenuhan kebutuhan dasar manusia
  6. Mempertahankan keanekaragaman budaya dan
  7. Mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan.
  8. Respek pada human rights, kebeabasan individu dan social untuk berpartisipasi di bidang ekonomi, social dan politik, dan
  9. Demokasi, yakni memastikan proses demokrasi secara transparan dan bertanggung jawab

Pembangunan Keberlajutan
Pembangunan Keberlajutan


KESEPAKATAN NASIONAL DAN RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

(Indonesian Summit on Sustainable Development, Yogyakarta, 21 Januari 2004)

  1. Penegasan komitmen bagi pelaksanaan dan pencapaian pembangunan berkelanjutan sesuai dengan peraturan perundangan dan sejalan dengan komitmen global.
  2. Perlunya keseimbangan yang proporsional dari tiga pilar pembangunan berkelanjutan (ekonomi, sosial, dan lingkungan) serta saing ketergantungan dan saling memperkuat
  3. Penanggulangan kemiskinan, perubahan pola produksi dan konsumsi, serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan
  4. Peningkatan kemandirian nasional
  5. Penegasan bahwa keragaman sumber daya alam dan budaya sebagai modal pembangunan dan perekat bangsa
  6. Perlunya melanjutkan proses reformasi sebagai prakondisi dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan
  7. Penyelengaraan tata kepemerintahan yng baik, pengelolaan sumber daya alam, pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, dan pengembangan kelembagaan merupakan dimensi utama keberhasilan pembangungan berkelanjutan
  8. Perwujudan dalam pencapaian rencana pelaksaan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat, khusus kelompok perempuan, anak-anak, dan kaum rentang.
  9. Perwujudan sumber daya manusia terdidik untuk dapat memahami dan melaksanan pembangunan berkelanjutan.
  10. Pengintegrasian prinsip pembangun berkelanjutan ke dalam strategi dan program pembangunan nasional. 

Related Posts
Ahmad Amiruddin
Saat ini mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Bandung. Seorang yang sangat menyukai membahas isu-isu yang ada di masyarakat utamanya mengenai masalah lingkungan. Selain mengenai lingkungan, juga tertarik dengan platform minyak dan gas, Desain serta Menulis. "VI VERI VENI VERSUM VIVUS VICI"

Related Posts

Posting Komentar