-->

Cincopa Gallery

...
SP07h2xosbbkqVeFtGDx6IHrN3J20p9OptU54Mu3

Solusi Sederhana Dalam Mengatasi Kekeruhan Air Akibat Musim Kemarau di Kota Makassar

Kekeringan yang disebabkan oleh musim kemarau panjang telah menjadi masalah serius di Makassar dan wilayah sekitarnya. Selain berdampak pada pertanian dan lingkungan, salah satu konsekuensi yang paling dirasakan oleh PDAM adalah penurunan debit air baku. Penurunan debit ini menyebabkan parameter kualitas air sungai semakin buruk. Akibatnya, PDAM Makassar kesulitan untuk menyediakan air bersih yang jernih kepada pelanggannya.  Salahsatu parameternya adalah kekeruhan, kekeruhan air yang diolah oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar sangat tinggi, sehingga air yang diterima oleh pelanggan tetap keruh. Seperti yang saya alami beberapa hari ini, selain air dari PDAM semakin sulit disertai pula dengan air yang diterima masih keruh.  Air yang keruh bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan seperti penyakit kulit jika tidak diolah dengan baik.

Adapun beberapa solusi pengolahan air sederhana yang dapat diterapkan dirumah untuk mengatasi kekeruhan air dari PDAM yang masih tinggi:

1. Penggunaan Penyaringan Sederhana

Salah satu solusi sederhana dan sangat efektif untuk skala rumahan adalah pembuatan saringan sederhana. Ada dua jenis penyaringan yang dibisa dilakukan yaitu saringan pasir lambat dan saringan pasir cepat.  Kedua saringan tersebut memiliki kelebihan masing-masing.

  • Saringan Pasir Lambat: Saringan pasir lambat adalah saringan pasir yang mempunyai kerja mengolah air baku secara gravitasi melalui lapisan pasir sebagai media penyaringan. Kecepatan penyaringan berkisar antara 0,1 – 0,4 m³/jam. Proses penyaringan dapat berjalan baik apabila tinggi pasir penyaring minimal 70 cm, karena aktifitas mikroorganisme terjadi di lapisan sampai 30 – 40 cm di bawah permukaan. Mikroorganisme ini berfungsi memakan dengan menghancurkan zat organik sewaktu air mengalir lewat pasir tersebut. Ketebalan pasir di bawahnya lagi berfungsi sebagai saringan zat kimia, karena disini terjadi proses kimiawi. Diameter pasir berkisar antara 0,2 -0,3 mm, dapat menyaring telur cacing, kista amoeba, larva cacing, dan bakteri.
  • Saringan Pasir Cepat: Saringan pasir cepat juga bekerja atas dasar gaya gravitasi melalui pasir berdiameter 0,2 – 2,0 mm, dan kerikil berdiameter 25 – 50 mm, kecepatan filtrasi 100- 125 m/hari. Tebal pasir efektif sekitar 80 – 120 cm. Saringan pasir cepat ini dapat menyaring telur cacing, kista amoeba, larva cacing. Pasir cepat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi Fe dan Mn.

Adapun berikut skema teknologi pengolahan yang bisa diterapkan dirumah, jenis saringannya dapat disesuaikan dengan kebuthan.



2.Penggunaan Alat Penyaring Air Portabel

Jika  ingin mengambil langkah lebih cepat tanpa merepotkan. Anda dapat menggunakan alat penyaring air portabel yang tersedia di pasaran. Alat-alat ini umumnya mudah digunakan dan dapat membersihkan air dari partikel-partikel kekeruhan yang lebih halus.




Saringan portable tersedia dipasaran dengan berbagai bentuk danmedia filternya. Harganya pun relatif murah yaitu berkisar Rp.100.000-Rp.500.000. Perlu diingat, alat filter sebaiknya check keefektifannya dengan melihat debit air yang dikeluarkan. Apabila satu kondisi air yang dihasilkan filter semakin sedikit maka perlu dilakukan perawatan seperti membersihkan filter atau mengganti media filternya.


3. Pengolahan Air dengan Pendengapan

Metode sederhana lainnya adalah menggunakan sinar matahari untuk mengklarifikasi air. Anda dapat menempatkan wadah yang berisi air dibawah sinar matahari selama beberapa jam. Proses ini, memungkinkan partikel kekeruhan mengendap ke dasar wadah dan menjadi sedimen dan meninggalkan air yang lebih jernih di atasnya.

4. Penggunaan Bahan Kimia Penjernih

Beberapa bahan kimia penjernih sederhana, seperti tawas, dapat digunakan untuk membantu mengklarifikasi air. Namun, penting untuk menggunakan bahan ini dengan hati-hati sesuai dengan panduan yang benar. Dan sebaiknya dibuatkan bak khusus sebelum masuk ke bak penampungan.

5. Penghematan Air

Selain itu, penghematan air adalah langkah kunci dalam mengatasi kekeruhan air. Dengan mengurangi pemakaian air yang tidak perlu, Anda dapat membantu mengurangi tekanan pada sumber air baku. Dikondisi darurat seperti ini, sebaiknya kita menggunakan air sebijak mungkin agar Masyarakat yang terlayani oleh PDAM yang membutuhkan semakin banyak.

Dan terakhir penting untuk diingat bahwa solusi-solusi di atas adalah solusi sederhana yang dapat membantu dalam situasi darurat seperti saat ini. Untuk solusi jangka panjang, pemerintah dan PDAM Makassar perlu melakukan investasi dalam infrastruktur air yang lebih kuat dan berkelanjutan. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam konservasi air dan menjaga kualitas sumber air.


Related Posts
Terbaru Lebih lama
Ahmad Amiruddin
Saat ini mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Bandung. Seorang yang sangat menyukai membahas isu-isu yang ada di masyarakat utamanya mengenai masalah lingkungan. Selain mengenai lingkungan, juga tertarik dengan platform minyak dan gas, Desain serta Menulis. "VI VERI VENI VERSUM VIVUS VICI"

Related Posts

Posting Komentar